Kamis, 16 Oktober 2014

ASAL MULA DESA DOMASAN KALIDAWIR TULUNGAGUNG

Dalam sejarah terjadinya Desa Domasan di sebutkan, bahwa nama Desa Domasan tidaklah timbul dengan tiba-tiba. Telah banyak musim silih berganti, yang semuanya itu meninggalkan kenangan yang tersendiri di dalam gambaran riwayat terjadinya Desa Domasan. Berikut Catalan wartawan MT Hariyanto setelah mewawancarai Kepala Desa Domasan Drs. Nahrowi, MM di ruang kerjanya.


Drs. Nahrowi, MM. (tengah) bersama perangkat Desa Domasan
Menumt cerita, orang-orang yang babad pertama di Desa Domasan Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung berasal dari Ponorogo, Trenggaiek dan Mataram Jawa Tengah. Mereka adalah Hiro Semito, Wonodriyo, Singodiro, Onggo Ngali, Wonokromo, Noyontami dan Bandjar. Dari kelompok ini dipilih Wonodriyo sebagai ketuanya dan daerah kecil ini diberi nama "DOMASAN".
Kepada Desa Domasan Drs. Nahrowi, MM menjelaskan pada jaman Belanda pemah diketemukan sebuah arca kecil mirip arca betara guru bertangan empat. Arca tersebut berada di dalam rumah-rumahan yang berbentuk seperti joli di buat dari emas. Kemudian arca tersebut diberikan kepada pemerintah Belanda. Selain itu di Desa Domasan ini pemah di ketemukan lagi SOKO DOMAS, tetapi barang tidak diserahkan kepada pemerintah Belanda, melainkan di tanam kembali letaknya di tengah-tengah desa yaltu di dekat SDN Domasan.
"Dahulu pemah ada orang-orang yang punya kelebihan bermaksud mengambil SOKO DOMAS, namun tak ada yang berhasil," Jelas Nahrowi. Pada awal diadakan pilihan lurah, namanya tetap disebut Desa Domasan dan terdiri dari empat pendukuhan yaitu :
Sebelah utara Soko Domas disebut Dukuh Gambar, sebelah timur Soko
Domas, di sebut Dukuh Sanan, di sebelah selatan Soko Domas disebut Dukuh Kembangan, di sebelah barat Soko Domas, disebut Dukuh Kambingan. Sebelum tahun 1873 Desa Domasan di masukkan dalam wilayah asistenan Kalidawir.
Sekarang ini Desa Domasan terdiri dari dua dusun. Yaitu Dusun Banjaran dan Dusun Tuban. Dusun Banjaran yakni Blok Lumpang dan Blok Banjaran. Sedangkan Dusun Tuban yaitu Blok Kebon dan Blok Tuban. Sebelah utara Desa Mirigambar, sebelah timur Desa Balesono, sebelah selatan Desa Salak Sendang, sebelah Barat Desa Tanjung.
Menurut Kepala Desa Domasan Nahrowi sudah 12 orang yang pemah menjabat lurah / kepala desa di Desa Domasan. Mereka adalah Lurah Pontjodriyo, Lurah Driyon Tiko, Lurah Kriyodjoyo, Lurah Djastari, Lurah Kasan Redjo, Lurah Kasan Taib periode tahun 1947-1975 (28 tahun), Kepala Desa Prajogo. S, periode tahun 1975-1986 (11 tahun), Kepala Desa Mislan Periode tahun 1986-1993 (7 tahun), Kepala Desa Drs. Sulaiman periode
tahun 1993-2002(9 tahun) dan Kepala Desa Drs. Nahrowi, MM periode tahun 2002-2007 (5 tahun). "Pada periode 2008-2014 saya terpilih kembali sebagai Kepala Desa Domasan," Jelas Nahrowi.
Sekarang ini Desa Domasan dengan jumlah penduduk 3476 orang dengan luas 267.910 Ha. Mayoritas mata pencaharian Desa Domasan sebagai petani dan sekitar 600 orang bekerja di luar negeri,"diantaranya Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, Korea, Amerika Serikat, dll". Ungkap Kades Domasan.
Desa Domasan yang terletak di arah tenggara kota Marmer Tulungagung ini berulang kali meraih prestasi. Baik di tingkat kabupaten, propinsi, bahkan sampai di tingkat nasional.
"Desa Domasan berulang kali meraih prestasi di tingkat Kabupaten Tulungagung. Pernah meraih juara dua tingkat propinsi, posyandu teladan tahun 2005 dan juara I nasional kesatuan gerak PKK / KBKES tahun 2005,"

SUMBER 

Jumat, 10 Oktober 2014

Apa itu Bitcoin

Apa itu Bitcoin? Bitcoin adalah sebuah mata uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak open source yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-to-peer yang menghubungkan semuanya. Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node - node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi - fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin - bitcoin hanya dapat di habiskan oleh orang yang berhak. 

Langkah-langkah memiliki bitcoin adalah sebagai berikut:
1. Membuat dompet atau walet, bisa klik disini
Selanjutnya buka email untuk verifikasi. Lanjutkan login nanti akan di dapatkan alamat bitcoin anda seperti ini
1CYP9bXrf5HNbbvpsyDfVtd3qwdsa4tE4S dimana alamat ini akan anda gunakan untuk menambang bitcoin.

2. Jika anda sudah memiliki wallet bitcoin, sekarang saatnya saya menambang bitcoin, bisa klik alamat di bawah ini:
freebitcoin
8coin
bbitcoin
bitcoinfaucet
bitcurl
btcalot
btcrew
coinpearl
earnbtc
earn-free-bitcoins
freebitcoinsfast
freebitcoin
freebitcoin
freecoinbit
getbitcoinsquick
raincoins
smurfcoin

>>>>>>> SELAMAT MENAMBANG BITCOIN <<<<<<<<<<<<<<,

Rabu, 17 September 2014



  SEJARAH LAHIRNYA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia, yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden. Polri mengemban tugas-tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Polri dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

MASA KERAJAAN
Bibit awal mula terbentuknya kepolisian sudah ada pada zaman Kerajaan Majapahit. Pada saat itu patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan. Maka dari itu hingga saai ini sosok Gajah Mada merupakan simbol Kepolisian RI dan sebagai penghormatan, Polri membangun patung Gajah Mada di depan Kantor Mabes Polri dan nama Bhayangkara dijadikan sebagai nama pasukan Kepolisian.

MASA KOLONIAL BELANDA
Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu. Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropa di Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.
Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen. Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur generaal (Jaksa agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan) , stands politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.
Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi. Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie. Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.
Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

MASA PENDUDUKAN JEPANG
Pada masa ini Jepang membagi wiliyah kepolisian Indonesia menjadi Kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera yang berpusat di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.
Tiap-tiap kantor polisi di daerah meskipun dikepalai oleh seorang pejabat kepolisian bangsa Indonesia, tapi selalu didampingi oleh pejabat Jepang yang disebut sidookaan yang dalam praktik lebih berkuasa dari kepala polisi.

AWAL KEMERDEKAAN INDONESIA PERIODE 1945-1950
Tidak lama setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, pemerintah militer Jepang membubarkan Peta dan Gyu-Gun, sedangkan polisi tetap bertugas, termasuk waktu Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Secara resmi kepolisian menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka.
Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia sebagai langkah awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang, juga membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat maupun satuan-satuan bersenjata yang sedang dilanda depresi dan kekalahan perang yang panjang. Sebelumnya pada tanggal 19 Agustus 1945 dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 29 September 1945 Presiden Soekarno melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).
Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi, sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.
Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri.Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.

sumber